Zheeva Sulton Menguatkan Hati Lewat Al-Qur’an dan Prestasi

Di usianya yang masih belia, senyum Zheeva Sulton salah satu penerima manfaat Ayasofya Center Indonesia (ACI) tetap memancarkan semangat yang hangat. Anak laki-laki kelahiran Jakarta, 20 Juli 2013 tumbuh menjadi pribadi yang kuat meskipun kehilangan sosok ayah sejak usia sembilan tahun. Kepergian sang ayah meninggalkan luka yang tak mudah hilang, namun juga menumbuhkan keteguhan untuk terus melangkah demi masa depan yang lebih baik.

 

Zheeva merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Saat ini ia tinggal bersama ibu, kakek, nenek dari pihak ibu, serta pamannya. Di tengah keterbatasan dan kondisi keluarga yang sederhana, rumah kecil itu tetap penuh kasih sayang dan dukungan. Sosok ibu menjadi sandaran utama bagi Zheeva, sementara keluarga besarnya berusaha menghadirkan kehangatan agar ia tetap tumbuh dengan penuh cinta.

Tumbuh Kuat di Tengah Kehilangan

Sejak kecil, Zheeva menjadi sebagai anak yang aktif dan mudah bergaul. Ia sangat menyukai bermain sepak bola bersama teman-temannya. Namun di balik hobinya itu, ada kecintaan besar yang tumbuh dalam dirinya terhadap Al-Qur’an dan tilawah. Ketekunan dan semangat belajar yang ia miliki membawanya meraih berbagai prestasi membanggakan di bidang keagamaan.

 

Di balik wajahnya yang tenang, Zheeva ternyata memiliki banyak prestasi membanggakan. Kecintaannya terhadap Al-Qur’an membawanya aktif mengikuti berbagai perlombaan keagamaan. Ia pernah meraih Juara 1 Hifdzil Qur’an dan Juara 3 Sambung Ayat Juz 30. Berbagai lomba di tingkat madrasah, kelurahan, hingga Kota Cilegon pernah ia ikuti.

 

Di tengah perjalanan hidupnya, Zheeva menyimpan kerinduan mendalam terhadap sosok ayah. Ia merindukan momen bermain, bercanda, dan belajar bersama seperti dulu. Namun di balik rasa kehilangan itu, tersimpan semangat besar dalam dirinya.

 

Dengan penuh keyakinan, Zheeva berkata,

“Aku ingin menjadi anak yang bisa membanggakan ibu dan meneruskan semangat ayah. Meski ayah sudah tidak ada, aku percaya doa dan cita-cita akan membawa aku menuju masa depan yang lebih baik.”

Perjalanan Zheeva menjadi penerima manfaat Program Yatim Ayasofya Center Indonesia (ACI) bermula ketika keluarganya mendapat informasi dari pengurus yatim Turki. Setelah mengikuti arahan dan melengkapi berbagai berkas persyaratan, akhirnya Zheeva resmi menjadi bagian dari keluarga besar penerima manfaat program tersebut.

 

Dalam kesehariannya, Zheeva menempuh pendidikan di SDN Kubang Kalak dan Madrasah Ibtidaiyah Al-Jauharatunnaqiyah Daliran. Semangat belajarnya begitu besar, terutama ketika mempelajari Al-Qur’an. Baginya, ilmu adalah jalan untuk meraih cita-cita dan membahagiakan keluarga. Ia percaya bahwa setiap perjuangan hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Dari Kita untuk Masa Depan Anak Yatim

Keluarga pun memiliki harapan besar untuk masa depan Zheeva. Mereka berharap ia tumbuh menjadi anak yang sholih, berbakti kepada orang tua, cinta Al-Qur’an, cerdas, dan sukses dunia akhirat. Di balik langkah kecilnya hari ini, tersimpan mimpi besar yang terus dijaga dengan doa dan perjuangan.

 

Semoga setiap doa yang dipanjatkan untuk Zheeva menjadi jalan kemudahan bagi masa depannya. Dan semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada anak-anak yatim seperti dirinya menjadi amal yang terus mengalir tanpa henti.

 

Yuk, bersama Ayasofya Center Indonesia  (ACI) hadirkan lebih banyak senyum dan harapan untuk anak-anak yatim Indonesia melalui ayasofya.or.id/program/